PEMERAN pendukung

 "Tiap orang adalah pemeran utama dalam hidupnya sendiri.

Stephen R. Covey

    Saya pernah mendengar penyataan ini, pernyataan yang dikatakan oleh Covey tersebut menyakan kalau kita adalah pemeran utama dalam hidup  kita. Saya setuju dengan Covey, Kita adalah protagonis dalam hidup kita sendiri. Setiap keputusan dan tindakan yang kita ambil berperan penting dalam menentukan arah hidup kita. Kita mempunyai kendali penuh atas jalan yang kita pilih, meskipun kita menghadapi tantangan dan hambatan. Setiap saat kita memiliki kesempatan untuk membuat keputusan yang mendekatkan kita pada tujuan dan impian kita. Dengan kata lain, kita adalah arsitek  nasib kita sendiri dan menghadapi setiap langkah dengan percaya diri dan percaya diri. Kontrol ini memberi Anda kekuatan untuk mengubah situasi, memengaruhi hasil, dan mencapai hal-hal besar dalam hidup. 

    Namun kita juga tahu bahwa dalam konteks yang lebih luas, kita sering kali hanya berperan sebagai pendukung dalam kehidupan orang lain. Dalam dunia interaksi sosial yang tinggi, setiap individu memainkan peran yang berbeda-beda dalam kehidupan orang-orang di sekitarnya. Terkadang kita tampil sebagai tokoh pendukung dalam kisah hidup orang lain, memainkan peran kecil yang belum tentu diperhatikan atau dihargai. Namun peran kita tetap penting karena setiap interaksi, sekecil apa pun, dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan orang lain. Dalam hubungan sosial yang kompleks seperti ini, kita mungkin tidak selalu memiliki fokus, namun kontribusi kita tetap berarti dan berharga dalam membentuk pengalaman dan kehidupan orang lain.

    Saya adalah seseorang yang lahir dalam keluarga yang tidak kaya, tetapi juga tidak terlalu berkekurangan. Kami selalu punya cukup, tidak pernah kekurangan hal-hal penting. Namun, selama hidup saya, sangat jarang saya merasa bahwa diri saya benar-benar baik atau unggul dibandingkan orang lain. Terkadang, saya bisa melihat bahwa saya memiliki kelebihan tertentu, tetapi kelebihan itu belum cukup membuat saya merasa 'lebih' dari orang-orang di sekitar saya.

    Sebaliknya, saya sering kali merasa bahwa orang lain selalu memiliki sesuatu yang lebih baik atau lebih unggul dibandingkan saya. Mungkin mereka lebih pintar, lebih berbakat, atau lebih sukses dalam karier dan kehidupan sosial mereka. Perasaan inilah yang telah menghantui saya selama ini, membuat saya selalu merasa kurang dan merasa bahwa orang lain lebih unggul dari saya.

    Meskipun saya sadar bahwa setiap orang memiliki jalannya masing-masing dan kelebihan yang unik, perasaan ini tetap sulit untuk dihilangkan. Saya terus berusaha untuk menghargai apa yang saya miliki dan mencapai potensi terbaik saya, tetapi perasaan bahwa saya selalu kurang dibandingkan orang lain kadang-kadang masih muncul.

    Sampai sekarang pun saya masih terus merasa bukan orang yang begitu penting bagi orang lain. Saya sering merasa tak perlu untuk menjadi ”seseorang” dikarenakan saya memang tak perlu. Saya memang pemeran utama tapi hanya untuk hidup saya. Pemikiran ini kadang membuat saya bertanya apakah hal yang saya lakukan sudah benar? Apakah saya perlu berubah? Apakah saya yang sekarang sudah cukup? Rasa tidak berharga ini seringkali menyelimuti saya, membuat saya ragu akan eksistensi dan tujuan hidup saya.

    Perbandingan dengan orang lain yang seolah lebih sukses dan berarti seringkali membuat saya merasa kecil dan tidak berarti. Saya bertanya-tanya, apakah saya harus terus berjuang untuk diakui atau cukup menjalani hidup dengan cara saya sendiri? Mungkin saja, perasaan tidak penting ini adalah bagian dari diri saya yang perlu saya terima. Namun, rasa ingin diakui dan dihargai tetap saja menghantui. Mungkinkah saya sedang mencari validasi dari dunia luar untuk membuktikan keberadaan saya? Pertanyaan-pertanyaan ini terus berputar di kepala saya, membuat saya merasa gelisah dan tidak tenang.

    Namun, di tengah semua keraguan ini, saya menyadari bahwa setiap individu memiliki perjalanan hidup yang unik. Mungkin saja, perasaan tidak berharga ini adalah bagian dari proses pertumbuhan saya. Saya belajar untuk lebih menghargai diri sendiri dan menerima segala kekurangan. Setiap pengalaman, baik itu suka maupun duka, membentuk siapa saya sekarang. Saya percaya bahwa dengan terus berusaha menjadi versi terbaik dari diri sendiri, suatu saat nanti saya akan menemukan kedamaian dan kepuasan dalam hidup. Yah, meskipun tak ada yang berubah saya tetap merasa sebagai tokoh sampingan dalam hidup secara umum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Normal